Perbedaan Spooring Dan Balancing Roda Pada Mobil

  • Whatsapp

Memiliki kendaraan yang mudah dalam pengendalian adalah impian dari semua pengemudi. Karena dengan tingjat kestabilan yang tinggi pada mobil akan menjadikan kendaraan berjalan sempurna, dan ini juga sangat memudahkan pengemudi dalam pengendaliannya. Selain itu, pengemudi juga tidak akan cepat lelah akibat stir kemudi yang menarik ke sebagian sisi ( kiri atau kanan ). Ternyata bukan hanya itu, tingkat kerusakan pada beberapa komponen juga ikut berimbas akan kestabilan kendaraan.

Jika kendaraan mempunyai tingkat kestabilan yang rendah, maka hal ini akan memicu kerusakan komponen – komponen pada mobil, terutama yang sangat mencolik pada bagian telapak ban. Bagian telapak ban akan menjadi salah satu ciri yang paling mudah untuk melihat seberapa besar tingkat kesetabilan kendaraan tersebut. Apakah terjadi keausan pada bagian dalam ban, luar dan telapak ban.

Read More

Oleh sebab itu, cara untuk menjaga agar kestabilan kendaraan tetap maksimal maka hal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan spooring dan balancing roda pada kendaraan tersebut. Apa perbedaan diantara hal tersebut ? mari kita bahas satu persatu.

A. Spooring

Spooring Pada Mobil

Jadi fungsi spooring pada mobil adalah untuk mengetahui kondisi terkini ( actual ) sudut toe in, toe out, camber, caster dan kingpin inclination. Pengukuran semuanya ini dilakukan dengan menempelkan sensor pada keempat roda pada mobil. Setelah hasilnya terbaca, maka akan dilakukan penyetelan sesuai dengan standart pada mobil tersebut. Apakah penyetelannya secara otomatis dilakukan oleh alat spooring ? jawabnnya tidak. Penyetelan dilakukan manual oleh teknisi ( operator ) dengan menyetel rack and, struut bar dan lain sebagainya tergantung dari kebutuhan yang akan distel. Nilai pembacaannya berupa nominal derajat koma detik, dan ini sangat presisi.

Apakah melakukan spooring dapat dilakukan secara manual tanpa sensor ? bisa, namun sangat merepotkan dan harus mempunyai keahlian lebih dengan menggunakan bantuan benang dan alat ukur meteran. Jika anda belum paham akan dasar-dasar spooring, maka cara manual tidak dianjurkan agar untuk mencegah hasil penyetelan yang salah.

B. Balancing Roda



Balancing roda adalah untuk mengukur kesetabilan roda dengan cara menimbangnya. Proses pengukuran penimbangan ini dengan cara diputar untuk melihat apakah roda ( velg ) mengalami kebalingan atau tidak. Hasil dari kebalingan roda akan terbaca pada alat terserbut. Jika kebalingan sudah melewati batas maksimum, maka harus ditambah dengan pemberat ( wheel weight ). Pemberat akan ditempelkan pada bagian pelek dengan cara dijepit atau ditempelkan tergantung dari jenis velg yang digunakan.

Wheel Weigt Pada Velg

Wheel weigt terbuat dari bahan campuran aluminum yang mempunyai berat berbeda-beda. Berat inilah yang nantinya akan menyeimbangkan kembali kondisi velg pada bagian yang ringan. Apakah tidak akan copot ? sepengathuan saya sampai saat ini wheel weigt sangat jarang bisa copot, karena memang didesain dengan pemasangan yang kuat pada velg. Namun walaupun kuat, suatu saat bisa dibuka kembali saat dilakukan balancing pada priode berikutnya.

C. Tanda-tanda mobil perlu melakukan spooring dan balancing yaitu sebagai berikut.

1. Setir bergetar pada kecepatan tertentu, karena roda depan langsung berkaitan dengan mekanisme kemudi.

2. Mobil seakan berbelok sendiri padahal sedang melaju lurus ke depan, atau selalu bergerak ke arah tertentu, maka berarti mobil Anda sudah menerima gejala tersebut.

3. Saat pengendalian setir saat dibelokkan tidak mau kembali berputar pada posisi semula saat dilepaskan. Ini juga menjadi gejala tersebut.

4. Gejala lainnya, jika mobil yang sedang dikendarai seperti berjalan miring, ini tandanya mobil sudah cukup parah dengan keseimbangan.

5. Permukaan ban sudah tidak rata atau aus, bisa di salah satu atau keduanya.

6. Saat dipakai parkir, walau itu parkir di tempat datar dan lurus tapi rodanya ada yang miring.

7. Ban bagian belakang tidak sejajar lurus dengan bagian belakang. Cara mengetahuinya, dengan melihatnya dari belakang dengan mengambil jarak beberapa meter.

8. Amati ban mobil belakang, apakah tergeser dan tidak presisi dari tempatnya semula.

Proses spooring dan balancing dianjurkan dilakukan secara berkala maksimal 20 ribu km, tapi jika anda sering melewati jalur  jalanan yang  rusak maka sebaiknya lebih cepat, yaitu  setiap 10 ribu km. Langkah perawatan ini bertujuan  guna menjaga keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *