Menghitung Perbandingan Roda Gigi ( Gear Ratio ) Transmisi 5 Kecepatan Toyota Kijang

  • Whatsapp

Putaran poros input transmisi yang diperoleh dari putaran mesin akan disalurkan ke poros output transmisi yang selanjutnya akan diteruskan kebagian pemindah tenaga poros profeler untuk jenis kendaraan FR, dan diteruskan ke difrential untuk kendaraan jenis FF.

Putaran poros input dan output transmisi berbeda – beda, kecuali pada posisi gigi 4 yang mempunyai perbandingan 1 : 1, dimana untuk memutarkan 1 x putaran poros output maka poros input harus berputar sebanyak 1 x.  Perbedaan putaran poros input dan output ini dinamakan perbandingan gigi ( gear ratio ) transmisi. Ini terjadi karena putaran pada poros input sebelum diteruskan ke poros output, akan melewati beberapa roda gigi pada counter gear yang selanjutnya akan diterima oleh gigi percepatan tertentu ( 1, 2, 3, 5 atau mundur ).

Read More

 Putaran poros input transmisi yang diperoleh dari putaran mesin akan disalurkan ke poros  Menghitung Perbandingan Roda Gigi ( Gear Ratio ) Transmisi 5 Kecepatan Toyota Kijang
Roda gigi percepatan ( tidak termasuk gigi mundur )

Untuk mengetahui perbandingan antara putaran poros input dengan poros output, kita dapat menggunakan rumus perbandingan gigi. Rumus yang bisa kita gunakan adalah rumus perbandingan 2 roda gigi, 4 roda gigi untuk posisi kecepatan normal  dan 5 roda gigi pada gigi mundur. Sebelum kita menghitung perbandingan pada setiap roda gigi, maka kita harus menghitung banyaknya pitch (mata ) pada setiap roda gigi.

#. Perbandingan 2 roda gigi

Keterangan :
A : Roda gigi Pemutar
B : Roda gigi diputar

Contoh :

Roda gigi A = 25
Roda Gigi B = 35

Hasi = 35/25 = 1,4
Jadi, untuk memutarkan 1 x putaran penuh poros output, maka poros input harus berputar sebanyak 1,4 kali.

# Pebandingan 4 Roda Gigi

Diagram aliran putaran pada transmisi

Rumus perbandingan  4 roda gigi


Rumus perbandingan 4 roda gigi ini berlaku pada posisi gigi 1, 2, 3 dan 5. Mengapa roda gigi 4 tidak menggunakan rumus ini ? karena pada posisi 4 secara mekanis mempunyai tarikan gris lurus dengan poros output sehingga memiliki perbandingan 1 : 1 seperti yang telah ada pada tulisan diatas. Sedangkan gigi mundur juga tidak menggunakan rumus ini, karena pada posisi gigi mundur yang bekerja 5 roda gigi yang nanti khusus akan dibahas pada artikel paling bawah.

Dari hasil penghitungan jumlah gigi pada setiap gigi percepatan maka didapatkan data sebagai berikut :

Gigi Percepatan                   Gigi Counter 
1 = 33                                     1 = 14
2 = 28                                     2 = 20
3 = 27                                     3 = 31
4 = 27                                     4 = 45
5 = 23                                     5 = 46


– Perbandingan gigi percepatan 1
45/27 x 33/14 =  3,7
Pada gigi 1, poros output akan berputar 1x penuh jika poros input berputar sebanyak 3,7 x putaran.

– Perbandingan gigi percepatan 2
45/27 x 28/20 = 2,24
Pada gigi 2, poros output akan berputar 1x penuh jika poros input berputar sebanyak 2,24 x putaran

-Perbandingan gigi percepatan 3
45/27 x 27/31=1,3
Pada gigi 3, poros output akan berputar 1x penuh jika poros input berputar seba
nyak 1,3  x putaran

-Perbandingan gigi percepatan 5
45/27 x 23/46=0,8
Pada gigi 5, poros output akan berputar 1x penuh jika poros input berputar sebanyak 0,8  x putaran


# Perbandingan 5 Roda Gigi

 Putaran poros input transmisi yang diperoleh dari putaran mesin akan disalurkan ke poros  Menghitung Perbandingan Roda Gigi ( Gear Ratio ) Transmisi 5 Kecepatan Toyota Kijang
Diagram aliran putaran pada posisi mundur
 Putaran poros input transmisi yang diperoleh dari putaran mesin akan disalurkan ke poros  Menghitung Perbandingan Roda Gigi ( Gear Ratio ) Transmisi 5 Kecepatan Toyota Kijang
Rumus transmisi mundur

Perbandingan 5 roda gigi ini berlaku pada posisi gigi mundur. Adapun gigi – gigi yang bekerja pada posisi ini adalah gigi percepatan 4 dan counternya, gigi percepatan mundur dan counternya serta 1 tambahan gigi idle yang menghubungkan antara gigi percepatan mundur dengan gigi counter mundur.

Dari data diatas kita dapat menghitung perbandingan gigi mundur, yaitu :

45/27  x  29/13   x 37/29 = 4,22

Jadi pada posisi mundur, untuk memutarkan 1 x putaran poros output, poros input harus berputar sebanyak 4,22 x. Ini mengapa pada pada posisi mundur kendaraan akan berjalan dengan kecepatan lambat walau RPM mesin tinggi, jika dibandingkan dengan percepatan yang lainnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *