Jenis – Jenis Universal Joint Yang Digunakan Pada Mobil

  • Whatsapp

Gerakan bodi mobil yang naik turun akan membuat posisi mesin menjadi tidak simetris dengan posisi roda. Hal ini tentunya akan mengganggu proses penyaluran putaran dari transmisi ke roda belakang yang disalurkan oleh poros profeler.

Untuk mencegah terjadinya loss power serta memaksimalkan aliran putaran, maka pada setiap poros profeler dipasang universal joint. Universal joint dipasang diantara sambungan yang bergerak seperti siku lengan. Konstruksinya kuat dan fleksibel sehingga dengan naik turunnya bodi kendaraan tidak akan mempengaruhi proses pentransperan tenaga.

Read More

Dilihat dari konstruksinya maka universal joint dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

1. Hook joint

Hook joint menggunkan dua yoke, salah satu digabungkan dengan propeller shaft dan lainnya dengan sleeve, diantaranya dipasangkan spider dan bearing. Untuk mencegah keausan maka bagian spider yang berhubungan dengan roller bearing dibuat lebih keras. Dan untuk mengurangi gesekan yang terjadi maka bentuk bearing menggunakan model roller bearing yang ditutup dengan cup. Supaya bearingnya tidak lepas pada waktu propeller shaft berputar dengan kecepatan tinggi, maka snap ring atau lock plate dipasangkan pada yoke.

2. Flexible Joint

Flexible joint terdiri dari coupling, rubber coupling dan sleeve yoke yang dihubungkan atau diikat dengan baut. Model ini mempunyai keuntungan tidak mudah rusak, tidak berisik dan tidak memerlukan minyak/grease. Tetapi apabila sudut antara drive shaft dan driven shaft melebihi 7-100 maka akan timbul juga vibrasi. Untuk menghindari hal ini maka dipasangkan center ring ball pada ujungnya.

3. Trunion Joint

Turnion join adalah kombinasi antara hook joint dengan slip joint. Di dalam bodi terdapat alur sebagai tempat masuknya propeller shaft dan di ujung pin di pasangkan ball, model ini sekarang jarang digunakan karena dalam memindahkan daya masih kurang baik dibandingkan dengan model slip joint sendiri.

4. Univorm Velocity Joint

Joint ini dapat membuat kecepatan sudut yang lebih baik sehingga dapat mengurangi vibrasi dan suara bising. Akan tetapi harganya relatif lebih mahal. Tipe ini digunakan pada kendaraan yang menggunakan sistem pemindah daya tipe front engine front drive.

5. Slip Joint

Panjang propeller shaft dapat berubah – ubah disebabkan adanya perubahan posisi antara transmisi dan poros – poros belakang. Bagian ujung propeller yang dihubungkan dengan poros output transmisi terdapat alur – alur untu pemasangan slip joint, hal ini memungkinkan panjangnya propeller shaft sesuai dengan jarak output shaft dengan diferensial.

Demikianlah jenis – jenis konstruksi universal joint yang terpasang pada mobil.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *