Jenis – Jenis Supercharge Dan Cara Kerjanya

  • Whatsapp

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menaikkan tenaga pada mesin adalah dengan memasang turbocharge atau supercharge. Pemilihan kedunya tergantung dari jenis mesin yang digunakan. Karena memang keduanya mempunyai prinsip kerja yang berbeda sehingga harus dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Ada tiga jenis meknisme kerja pada  supercharger, yang mana kesemuanya mempunyai cara yang berbeda dalam menghisap udara untuk selanjutnya disalurkan ke intake manifold mesin. Tergantung dari berapa banyak peningkatan daya yang ingin anda berikan ke mobil anda. sehingga anda harus benar-benar memilih jenis supercharge yang tepat.

Read More


1. Jenis Roots 



Supercharger jenis Roots adalah superchagr generasi pertama yang mana desain awalnya pada dtahun 1860 dan nama tersebut diambil dari nama penciptanya yaitu Philander dan Francis Roots.

Supercharge jenis Roots bekerja seperti blower udara. Udara yang mengalir ke supercharge akan terperangkap didalam sistem lobus meshing. Lobus meshing akan berputar dan berfungsi menghisap  udara yang selanjutnya disalurkan ke intake manifiold.

Karena adanya sistem lobus mesing, supercharge jenis Roots ini mempunyai bentuk lebih besar dan berat. Bianya para pemilik akan memasang jenis turbo ini berada diatas kap mesin. Jelas desain seperti ini tidak efisien karena pada  proses tidak menciptakan aliran udaranya yang  continue.

2. Jenis  Twin Screw

Supercharger jenis twin-screw menghisap  udara melalui sepasang lobus meshing yang menyerupai seperangkat roda gigi cacing. Perangkat ini dirancang dan diproduksi dengan presisi dan lebih kompleks daripada lobang meshing yang terdapat pada supercharger jenis roots Roots.

 Twin-screw menggunakan dua buah rotor yang berbentuk seperti sekrup. Ukurannya lebih ramping dibanding pada roots supercharger. Kedua rotor tersebut bergerak berlawanan arah ke area dalam atau tengah supercharger. Hal ini bukan hanya membuat udara terhisap tetapi juga memungkinkan terjadinya proses kompresi di dalam supercharger.

Udara yang terkompresi akan disalurkan ke intake manifold. Sehingga jelas lebih efisien daripada Roots karena dapat memberikan aliran udara terkompresi ke mesin. Karena desain pembuatannya  yang jauh lebih rumit maka harganyapun lebih mahal.


3. Jenis Sentrifugal

Supercharger sentrifugal memutar impeller pada kecepatan yang sangat tinggi, putarannya bisa mencapai  50.000 hingga 60.000 RPM untuk menyedot udara ke dalam rumah kompresor kecil. Ini dirancang dengan komponen – komponen tambahan yang memastikan  bahwa udara dapat dikompresi kan secara baik dan  efektif.

Secara bentuk,  supercharge jenis Centrifugal berbentuk sama seperti Turbo alias seperti keong. Hanya saja pada Turbo kita akan melihat bentuknya yang mirip seperti dua buah keong yang disatukan, ini  karena memang terdiri dari dua buah turbin yang saling berhubungan. Nah, sedangkan  pada supercarge jenis Centrifugal  keong ini hanya ada satu saja. Mengapa ?  karena tenaga penggeraknya berasal dari kruk as mesin, bukan dari putaran turbin gas buang layaknya turbo.

Supercharger jenis sentrifugal adalah yang paling efisien. Bentuknya  juga lebih kecil dan ringan, ditambah lagi desainnya yang menempel pada bagian depan mesin sehingga tidak harus meletakkannya diatas kap mesin layaknya jenis Roots. Berkat keunggulannya  ini,  menjadikannya supercharger yang paling umum digunakan.

Demikianlah penjelasan kami mengenai jenis – jenis supercharge dan cara kerjanya, semoga kalian dapat memahami pengetahuan ini dan perbedaan setip dari mekanisme kerjanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *