Jangan Panik, Tips Menghadapai Kondisi Darurat Saat Berkendara ( Emergency Situation )

  • Whatsapp
Tips menghadapi situasi darurat saat berkendara Jangan Panik, Tips Menghadapai Kondisi Darurat Saat Berkendara ( Emergency Situation )
Tips menghadapi situasi darurat saat berkendara

Sebagai pengemudi tentunya kita tidak menginginkan kondisi buruk terjadi menimpa kendaraan kita. Namun demikian, hal itu tidak bisa kita hindari meskipun kita sudah melakukan teknik berkendara yang baik. Karena sebenarnya sangat banyak faktor yang mengakibatkan kerusakan pada mobil kita seperti kondisi alam, prilaku pengemudi lain dan faktor teknis pada kendaraan yang mungkin kita abaikan sehingga menimbulkan kerusakan saat sedang berkendara.

Oleh sebab itu, jika hal buruk itu menimpa mobil anda maka pertama kali yang harus anda lakukan adalah jangan panik dan tetap tenang. Karena kepanikan yang terjadi sama sekali tidak akan menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi.

Read More

Mengutip dari buku Safety Driving Indonesia, berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan saat menghadapi kondisi darurat ( Emergency Situation ) saat berkendara.

1. Mesin Mendadak Mati

  • Periksa keadaan lalu lintas disekitar anda, putuskan untuk mengarahkan kendaraan anda pada tempat ( lokasi ) yang tepat
  • Beri isyarat / sinyal serta arahkan kendaraan ke pinggir secepatnya
  • Nyalakan lampu Emergency ( hazard )
  • Pasang lampu emergency atau pasang segitiga pengaman sekitar 30 meter dari kendaraan dan tunggu bantuan
2. Rem Blong
  • Secepatnya memompa pedal rem untuk mengembalikan Braking Power 
  • Lakukan perlambatan dengan memindahkan gigi transmisi ke posisi yang lebih rendah
  • Apabila tidak mendapatkan “braking power”, gunakan rem tangan dengan tetap menahannya
  • Arahkan kendaraan ke tempat yang relatif aman untuk dpat menepikan/menghimpitkan kendaraan ( misal : trotoar, pohon, tempat parkir, tembok, pagar pembatas, semak belukar dan lain-lain )
3. Kegagalan Pada Sistem Kemdi
  • Gunakan rem tangan untuk mengurangi kecepatan dengan tetap menahannya, jangan menggunakan rem kaki 
  • Lakukan perpindahan transmisi ke posisi yang lebih rendah
4. Pecah Ban 
  • Pertahankan arah dengan memegang kemudi penuh dengan penuh tenaga
  • Lakukan perlambata halus dan gradual ( deselerasi ), jangan menginjak rem
  • Perikasa lalulintas sekitar, beri isyarat/sinyal dan arahkan kendraan pada kondisi yang aman 
  • Injak pedal rem secara bertahan sampaio kendaraan berhenti dengan aman 
  • setelah kendaraan berhenti dengan aman, pindahkan posisi transmisi pada posisi P pada transmsisi matic, pasang rem tangan dan nyalakan lampu emergency ( hazard )
  • Keluar dari kendaraan setelah semua penumpang sudah keluar terlebih dahulu
5. Kebarakan Pada Ruang mesin
  • Segera arahkan kendraan pada tempat yang aman dan terbuka ( sisi jalan ) dan segera matikan mesin
  • Segera keluar dari kendaraan beserta seluruh penumpagnya
  • Keluar sejauh mungkin dari kendaraan dan segera meminta pertolongan 
  • Apabila api terlalu besarm jangan mencoba untuk memadamkan api sendirian
  • Apabila tidak terlalu parah, segera ambil alat pemadam dan segera semprotkan ke pusat api
  • Jangan gunakan air, karena tidak efektif untuk kebarakan karena akan bercampur dengan bahan bakar dan minyak pelumas ( oli )
  • Jangan membuka kap mesin, kecuali hanya dengan menarik kabel pembuka yang mudah cari celah kap mesin guna meyemprotkan bahan pemadam kebakaran
6. Menghindari Tabarakan Pejalan Kaki/Penyebrang Jalan
  • Gunakan “SIPDE Prosedure ” dan SMITH System ; cermati kemungkinan keberadaan pejalan kaki
  • Biarkan pejalan kaki memutuskan terlebih dahulu apa yang mereka lalukan
7. Menghindari Tabrakan Depan
  • Gunakan “SIPDE Prosedure ” dan SMITH System
  • Injak rem kuat-kuat
  • Arahkan kendaraan ke tempat yang aman 
  • Lakukan pengereman ” Pulse ” ( tahan –  lepas ) sampai kendaraan benar-benar berhenti

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *