Ini Alasan Mengapa Teknologi Mekanisme Katup Konvesional Sudah Mulai Ditinggalkan

  • Whatsapp
 Mekanisme pembukaan dan penutupan katup konvesional memiliki banyak kelemahan Ini Alasan Mengapa Teknologi Mekanisme Katup Konvesional Sudah Mulai Ditinggalkan

Mekanisme pembukaan dan penutupan katup konvesional memiliki banyak kelemahan. Atas dasar itulah para ahli otomotif terus berinovasi untuk mencari alternatif pengganti mekanisme katup dengan sistem penggerak yang dapat berubah – ubah sudut pembukaan dan menutupnya  yang disesuaikan dengan  kondisi kerja mesin.

Pada awal teknologi ini ditemukan, sistem penggerak katup masih bekerja secara mekanik, teknologi tersebut dikenal dengan istilah VTC ( Variable Timing Control ). Tetapi dengan pesatnya kemajuan teknologi elektronic pada bidang otomotif, teknologi tersebut telah diperbaharui yang dikenal dengan nama VTEC ( variable Timing Electronic Control ) atau VVTI ( Variable Valve Timing Intelegent ) dan istilah – istilah lain yang dipakai pada setiap merek kendaraan.

Read More

 Mekanisme pembukaan dan penutupan katup konvesional memiliki banyak kelemahan Ini Alasan Mengapa Teknologi Mekanisme Katup Konvesional Sudah Mulai Ditinggalkan

Sentuhan teknologi elektronik pada mekanisme katup sudah terintegrasi dengan komputer sehingga ini akan lebih baik menyesuikan kinerja mesin tanpa mengesampingkan tenaga yang dikeluarkan.

Adapun kelemahan sistem mekanisme pembukaan dan penutupan  katup konvensional adalah sebagai berikut  :

1. Pada putaran rendah jumlah bahan bakar yang masuk terlalu besar, hal ini disebabkan waktu pembukaan katup masuk terlalu lama / campuran terlalau kaya sehingga pembakaran yang terjadi tidak sempurna ( derajat pembukaan katup terlalu besar, dari hal tersebut terjadi campuran kaya sehingga menghasilkan emisi gas buang yang kurang baik.

2. Putaran tinggi dan beban berat dibutuhkan bahan bakar yang banyak dan waktu pembukaan katup terlalu cepat/waktu sangat singkat, sehingga bahan bakar yang masuk juga sedikit.

3. Pada segala kondisi kerja mesin pada sistem penggerak katup konvensional, yakni pada saat mesin putaran langsam ( idle ), fast idle, putaran menengah, putaran tinggi, beban berat, derajat pembukaan katup sama. Lain halnya dengan sistem pengatur katup elektronic pada mobil saat ini yang mengatur derajat pembukaan katup berubah – ubah sesuai dengan kondisi kerja mesin. Hal ini dapat dibandingkan dengan sistem penggerak konvensional dan penggerak katup modern/elektronik. Untuk lebih jelasnya, lihatlah gambar diagram katup konvesional dibawah ini.

Itulah alasan mengapa mobil – mobil keluaran terbaru sudah meninggalkan mekanisme katup konvesional dan menggantinya dengan teknologi katup terbaru. Semakin ketatnya aturan pemerintah akan polusi udara maka dengan memodifikasi mekanisme pembukaan dan penutupan katup yang lebih modern adalah solusinya.
                                                                   

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *