Fungsi Komponen – Komponen Sistem Pengisian ( Charging System ) Pada Mobil

  • Whatsapp

Banyaknya komponen – komponen kelistrikan yang ada di kendaraan membutuhkan tegangan yang besar dan stabil. Oleh karena itu harus ada sebuah sistem yang selalu mensuplay tegangan ke setiap beban sesuai dengan kebutuhan yang ada. Maka dibuatlah sistem pengisian pada mobil yang berfungsi mengisi  tegangan ke baterai dan mensuplay tegangan listrik ke setiap komponen – komponen listrik yang membutuhkan.

Sistem pengisian terdiri dari dua jenis, yaitu :
1. Generator  yang menghasilkan Arus DC ( Searah )
2. Alternator  yang menghasilkan Arus AC ( Bolak – balik )

Read More

Sedangkan  sitem pengisian yang digunakan pada kendaraan mobil adalah sistem pengisian menggunakan alternator yang menghasilkan arus AC ( Bolak – Balik ). Sebaliknya, komponen – komponen kelistrikan adalah menggunakan arus DC ( Searah ). Maka agar output tegangan yang keluar adalah arus DC, digunakanlah dioda sebagai penyearah arus dari AC menjadi DC.

Alasan pemilihan alternator sebagai sistem pengisian pada mobil karena konstruksi alternator yang lebih kecil sehingga cukup diletakkan di depan ruang mesin dan alternator mampu menghasilkan arus yang besar ( output) walau mesin dalam putaran renah (idle).

Konstruksi Alternator

Adapun komponen – komponen sistem pengisian terdiri dari :

1. Baterai
Fungsi baterai pada sistem pengisian adalah sebagai sumber tegangan yang mesuplai arus ke rotor coil dan menyimpan arus yang keluar (output) alternator.

 komponen kelistrikan yang ada di kendaraan membutuhkan tegangan yang besar dan stabil Fungsi Komponen -  Komponen Sistem Pengisian  ( Charging System ) Pada Mobil
Baterai


2. Roto Coil 

Fungsi rotor coil adalah menghasilkan kemagetan. Kemagnetan yang dihasilkan oleh rotor coil bersumber dari adanya tegangan masuk dari baterai ( Electromagnetic ).

 komponen kelistrikan yang ada di kendaraan membutuhkan tegangan yang besar dan stabil Fungsi Komponen -  Komponen Sistem Pengisian  ( Charging System ) Pada Mobil
Rotor Coil 

3. Stator
Fungsi stator adalah membangkitkan arus bolak – balik yang diperoleh dari hasil perpotongan garis – garis gaya magnet dari rotor coil yang berputar didalam stator.

Stator Coil 

4. Rectifier ( Dioda )
Fungsi dioda adalah untuk mengubah arus bolak balik ( AC ) dari stator menjadi arus searah  ( DC ) yang akan keluar melalui output alternator.

Dioda 

5. Pulley
Fungsi pulley adalah untuk menerima tenaga mekanis dari mesin ( berupa gaya putar) untuk memutarkan rotor coil. Perbandingan putaran pulley poros engkol   dengan pulley alternator  yaitu   1 : 1,8 – 2,2. Ini artinya setiap 1 x putaran poros engkol maka pulley alternator dapat berputar 1, 8 x sampai 2,2 x putaran.

Pulley


6.  End Frame ( Hou
sing )

Fungsiya sebagai pelindung komponen – komponen alternator dan menjadi pegangan komponen – komponen yang lain.

 komponen kelistrikan yang ada di kendaraan membutuhkan tegangan yang besar dan stabil Fungsi Komponen -  Komponen Sistem Pengisian  ( Charging System ) Pada Mobil
End Frame 


7. Regulator 
Fungsi regulator adalah untuk mengatur besarnya tegangan yang masuk ke rotor coil. Karena pada teorinya semakin besar tegangan yang masuk ke rotor maka semakin besar kemagnetran. Semakin besar kemagnetan semakin besar pula output yang dihasilkan oleh alternator, begitu sebaliknya.

 komponen kelistrikan yang ada di kendaraan membutuhkan tegangan yang besar dan stabil Fungsi Komponen -  Komponen Sistem Pengisian  ( Charging System ) Pada Mobil
Regulator 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *