Fungsi Dan Jenis – Jenis Seat Belt ( Sabuk Pengaman )

  • Whatsapp
 Sebagai standarisasi pengamanan pada sebuah kendaraan berpenumpang Fungsi  Dan Jenis - Jenis Seat Belt ( Sabuk Pengaman )
Seat Belt

Sebagai standarisasi pengamanan pada sebuah kendaraan berpenumpang, maka setiap kendaraan harus dilengkapi dengan seat belt ( sabuk pengamanan ). Seat belt terpasang pada kursi penumpang, ada sebagian yang terpasang namun ada juga yang tidak. Namun yang paling wajib sudah pasti bangku pada bagian pengemudi dan penumpan depan, ini karena tingkat cidera akan lebih tinggi menimpa penumpang pada bagian depan.

Seiring dengan pengalaman dan tingkat keselamatan, semakin hari perkembangan seat belt selalu ditingkatkan. Ini semua tidak terlepas dari awal mulanya diciptakan seat belt dari yang mempunyai fungsi paling sederhana hingga fungsi yang lebih komplek hingga saat ini.

Read More

Pada artikel kami akan mereview sekilas perjalanan penciptaan seat belt seiring dengan perkembangannya.


1) Static Belt dua titik (sekitar tahun 1922) 


Belt yang panjang sabuknya dapat disesuaikan tanpa fungsi retraction atau pencabut   (dipakai untuk
BUS).

2) NLR (None Locking Retractor, 1965) : 


Hanya untukSeatbelt tanpa fungsi locking, digunakan setelah memakai Seat belt secara sempurna.
Biasanya seat belt dipasang di dalam tempat duduk penumpang bus.

3) ALR (Auto Locking Retractor, 1970) 


Karena mempunyai fungsi fungsi auto Locking, panjang sabuk pengemannya dapat menyesuaikan diri secara otomatis. Akan tetapi, setelah seat belt   terkunci, maka sabuknya tidak akan dapat keluar lagi,  dan akan kembali keposisi semula apabila fungsi locking dilepas (kekurangan: dada pemakainya agak  tertekan).

4) ELR (EmergencyLocking Retractor, 1972) 


Sabuk pengaman ini akan mengunci apabila kendaraan mengalami tabrakan atau mengerem mendadak.  Tipe sabuk pengaman ini masih dipakai sampai sekarang.  Adapun klasifikasi yang termasuk dalam kategori ini yaitu :

(a) T/R (Tension Reducer) 


Alat ini fungsinya adalah untuk mengurangi tarikansabuk pengaman karena adanya RewindingSpring
Force (Solenoid).Saatdipakai ,alat ini akan mengurangi tarikan seatbelt denganmenggunakan dua
macam Rewinding Spring dengan gaya balik yang berbeda dengan sensoryang dapat mendeteksi
apakah seat belt dipasang atau tidak.

(b) WLR (WEBBING Locking Retractor) 

Ketika kendaraan mengalami kecelakaan dan dalam situasi darurat, sabuknya akan terkunci bila ada
kejutan, sehingga bisa melindungi lebih aman.

(c) CLR (Convertible Locking Retractor) 
Dikembangkan untuk keselamatan CHILD SEAT (kursi anak-anak). Karena aturan yang mengharuskan  alat ini dipasang di Amerika Utara.Sabuk pengaman ini diaktifkan oleh Geardan Cam, dan apabila sabuknya tertarik, maka ALR akan aktif, dan setelah tergulung kembali maka sabuknya akan kembali ke posisi ELR.

Seat belt atau sabuk pengaman sudah dikembangkan sejak tahun 1950an dan sudah dilegalisasi
pemasangannya setalah tahun 1960an namun masih sedikit. Namun demikian  legalisasi pemakaian
sabuk pengaman direalisasikan setelah tahun 1970an.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *