Apa Itu Ban Run Flat Tyre ( RFT ) , Bagaimana Cara Kerjanya ? Keuntungan Dan Kerugiannya

  • Whatsapp

Sekitar beberapa bulan yang lalu, otomotif Indonesia dihebohkan dengan tuntutan pemilik mobil Nisan yang menuntut pihak Nisan mengenai tidak adanya ban cadangan pada mobil yang dibelinya. Perkara ini pun menimbulkan buntut yang panjang bagi kedua pihak hingga ke persidangan.

Perkara siapa yang benar dan siapa yang salah saya tidak mengetahui, karena pada peraturan terbaruya, pemerintah telah mengeluarkan regulasi baru bahwa mobil tidak lagi diwajibkan menggunakan ban cadangan. Namun ada syaratnya, salah satu syaratnya adalah bahwa mobil tersebut sudah menggunakan teknologi ban Run Flat Tyre ( RFT ). Apa itu RFT ? bagaimana caranya ? Apa Keuntunganyya ? nah pada artikel ini khusu kita akan membahas mengenai teknologi RFT pada ban. 
Secara bahasa, jika kita artikan ke bahas indonesia maka artinya adalah ”  Ban Kempes Berjalan”. Jadi kendaraan yang menggunakan ban RTF memungkinkan kendaraan masih bisa berjalan dengan nyaman tetapi pada kecepatan tertentu. Lantas apa bedanya dengan ban bisanya ? 
Pada gambar diatas dapat kita analisa bahwa pada ban RTF tidak akan melipat pada saat ban bocor ( tidak ada tekanan udara. Ini karena struktur ban RTF yang pada bagian samping dalamnya ( Sidewall ) diperkuat dengan komponen tambahan. Sehingga memungkinkan ban masih bisa digunakan dengan kecepatan dibawah 80 Km/jam. 
Berbeda dengan ban biasa yang ada pada gambar bagian sebelah kanan, dimana ban akan melipat saat tidak ada tekanan udara ( kempes ). Jika ban ini tetap digunakan untuk berjalan saat kondisi seperti ini maka tidak akan nyaman dan menimbulkan bahaya. Ban akan mengalami Standing Wave dan dapat pecah. 
Pada ban RFT selain menggunakan komposisi tambahan pada bagian Sidewall, pada ringnya ( Velg ) juga ditambahkan lapisan seperti karet yang mengikat ring velg dan  memcegah ban menempel pada bagian tengah velg saat ban kempes. 
Keuntungan dari Run Flat Tyre:

1. Anda tidak perlu mengganti ban dalam kondisi berbahaya atau tidak nyaman. Ini mungkin merupakan keuntungan terbesar dari ban yang berjalan pada jalan datar dan merupakan salah satu alasan mengapa mereka dirancang. Dibanding ban konvensional, Anda dapat  mengganti flat di tempat atau lokasi yang anda inginkan. 
2. Apabila mengalami tusukan, menggunakan ban RFT    lebih stabil dari pada ban konvensional. Karena mereka dibuat untuk mendukung kendaraan Anda bahkan ketika sama sekali tidak ada udara. Menggunakan ban RFT saat kempes lebih mudah dikontrol dibanding menggunakan ban biasa  yang kempes. 
3.Berat kendaraan dapat dikurangi,  Dengan alat perbaikan suku cadang dan ban yang dihilangkan, berat kendaraan secara teoritis harus dapat berkurang. Tapi itu tidak sebanyak yang Anda harapkan, karena ban run-flat lebih berat daripada ban biasa, karena penguatan dinding samping yang ditambahkan.

Read More

Kerugian dari Run Flat Tyre :

1. Tidak ada ban cadangan: Kendaraan yang dilengkapi dengan ban run-flat tidak membawa bancadangan, yang berarti mereka tidak memiliki jack atau peralatan sejenisnya. Para pabrikan merubah area ban cadangan dengan tujuan lain seperti penambahan kursi baris ke tiga, styling, ruang interior dan lain – lain, ini adalah alasan besar mengapa prosuden mobil menawarkan ban RFT. 
2. Ban lebih keras : dinding samping yang mengalamin penambahan komposisi membuat ban mejadi kaku dan sedikit tidak nyaman saat berkendara. Jika kendaraan baru dengan bawaan ban RFT dari baprikan, biasanya mobil tersebut dilengkapi dengan suspensi yang lebih lembut. Tujuan untuk mengimbangi kondisi ban yang lebih keras sehingga  menimbulkan ketikdanyamanan saat berkendara.  
3. Tapak ban lebih cepat aus : penelitian telah mengungkapkan orang – orang mengganti ban RFT mereka rata – rata 10.000 Km  lebih cepat dibanding pemilik  yang menggunakan ban konvensional. 
Mengurangi tapak pakai. Ini terjadi karena pabrikan sengaja membuat telapak ban dari senyawa yang lebih lunak untuk megurangi kekerasan pada bagian sisi ban. Ini berdampak buruk akan masa pakai ban RFT yang lebihcepat dibanding dengan ban konvensional.
4. Kemungkinan masih bisa pecah : Jika pengemudi gagal untuk mengontrol kecepatan minimum saat tekanan udara  kosong, ban dapat hancur akibat efek standing wave yang berlebihan. Selain itu, jika tusukan terjadi didinding samping atau jika ban mengenai objek besar, ban juga dapat hancur. 
5. Sulit untuk mengetahui apakah itu rendah di udara: Efek samping dari konstruksi yang kaku adalah bahwa dinding samping tidak menonjol jika tekanan udara rendah. Ini berarti sangat penting untuk memiliki sistem pemantauan tekanan ban dan memeriksa tekanan ban Anda sering. Anda dapat menemukan alat pengukur tekanan ban dari MicksGarage di sini. 
6. Biaya Ban RFT : Harga ban RFT l 20 – 30 % lebih mahal dibanding ban konvensional. Apakah ban RFT bisa diperbaikai ? jawabnnya bisa. Tetapi ini akan berpengaruh terhadap durabilitas ban itu sendiri. 
7. Kurangnya  ketersediaan:  Karena ban RFT termasuk ban yang kurang laku dipasaran, maka agak sedikit kesulitan jika kita ingin mengganti dengan yang baru. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *