5 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pemeriksaan Baterai Basah

  • Whatsapp

Baterai menjadi komponen penting dalam mensuplai tegangan pada ssetiap sistem kelistrikan mobil. Oleh karenanya, baterai harus dalam kondisi baik untuk menghasilkan tegangan yang maksimal. Jika tidak, maka besiaplah anda akan dibuat kerepotan karena motor stater yang berputar lambat, komponen kelisrikan yang tidak bekerja dengan baik.

Baterai terbagi menjadi 2 yaitu baterai basah dan baterai kering. Perbedaan diantara keduanya yaitu baterai basah menggunakan air accu, butuh perawatan yang ekstra. Sedangkan baterai kering disebut juga sebagai baterai MF ( Maintenance Free ) atau bebas perawatan. Jadi baterai kering pasti lebih mudah dalam perawatannya, tetapi ini harus kamu bayar sedikit lebih mahal dibanding baterai basah.

Read More

Khusus pada artikel ini, kami hanya akan membahas perawatan jenis baterai basah. 5 Hal yang harus dilakukan saat pemerikaan baterai basah adalah sebagai berikut :

1. Periksa Level Elektrolit Baterai ( Air Baterai )


Hampir semua baterai basah menggunakan kotak tembus pandang. Level air baterai harus berada diantara garis UPPER dan LOWER yang tertulis pada baterai. Bila levelnya sulit dilihat, goyangkan kendaraan pelan-pelan. ELektrolit akan bergoyang dan mudah terbaca. Jika kotak baterai berwarna gelap, lepaskan sumbat ventilasi ( tutup air baterai ) dan lihatlah melalui lubang.

2. Bila Level Air Terlalau Rendah, Tambahkan Air Sulingan 

– Jangan menggunakan air biasa, karena air yang tidak murni akan mengurangi kemampuan dan umur baterai
– Bila penambahan melebihi level yang ditentukan, maka kurangilah kelebihannya. Elektrolit yang terlalu banyak akan meluap pada saat pengisian ( charge ). Menyebabkan karat pada terminal dan bagian logam lainnya.
– Cairan baterai mengandung asam sulfat yang dapat menghasungsukan kulit atau menyebabkan karat pada bahan lain karena oksidasi. Bila cairan baterai tumpah ke kulit atau kain, cucilah segera dengan air. Bila terkena mata, cucilah segera dengan air yang banyak dan segera lakukan pengobatan.

3. Periksa Kondisi Kotak Baterai



Periksalah kotak baterai kemungkinan retak – retak atau kebocoran elektrolit. Bila elektrolit bocor dari kotak baterai, menyebabkan air baterai akan merembes dan mengenai komponen – komponen pada sekitar baterai dan ini dapat merusak.

4. Periksa Lubang Ventilasi 



Bila lubang ventilasi pada tutup baterai atau bagian atas baterai tersumbat, gas yang timbul pada saat pengisian baterai akan menimbulkan tekanan didalam kotak baterai dan dapat merusak kotak baterai.

5. Periksa Berat Jenis

– Lepaskan semua sumbat baterai ( tutup baterai )
– Ukur berat jenis pada setiap sel dengan menggunakan alat ukur hydrometer.
Berat jenis : 1,25 – 1,27 pada suhu 20 Derajat Celsius
Perbedaan tiap sel : 0,025

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *